Project

Intimacy:

Lali Rupane

Iling Rasane

Dalam sebuah firma arsitektur, seringkali rutinitas dalam menghadapi pekerjaan mendatangkan repetisi tanpa inovasi. Dalam pola yang berjalan rutin seperti itu, terdapat entitas penting yang acapkali terabaikan, yakni semangat dan proses dalam berkarya. Kedua entitas tersebut akan terus hidup pada iklim dan ekosistem studio yang dinamis dan terus bergerak dalam kondisi diantara (in between). Kondisi semacam itu hanya dapat diciptakan melalui dialog antara arsitektur dengan disiplin lain. Semacam sebuah perkenalan terus-menerus yang bisa menimbulkan berbagai macam kemungkinan baru yang bisa dijelajahi.

 

Pameran ini menempatkan diri sebagai modus kritik atas proses berarsitektur yang acapkali dilihat secara parsial. Terutama hanya pada bagian akhirnya saja. Padahal sebelum sebuah karya arsitektur lahir, ada serangkaian proses panjang yang mendahului. Maka dalam pameran ini, bukanlah rancang-bangun arsitektural yang akan ditampilkan sebagai sajian utama. Pameran ini justru menghadirkan sesuatu yang lebih abstrak, yaitu semangat, proses, pendekatan, negosiasi, tegangan, dan dialog yang ARA lakukan dalam mengembangkan budaya studionya selama empat tahun terakhir.

 

Kepekaan  untuk merasakan  proses  berarsitektur  hanya dapat dilihat melalui kacamata yang intim, seperti senda gurau dan obrolan hangat. Bukan melalui teropong  jarak  jauh  yang -meski  eksak- namun  hanya dapat meraba permukaan tanpa menimbulkan impresi mendalam. Seperti itulah kerangka pikir yang melandasi pameran “INTIMACY”  ini, sehingga penonton mampu merasakan dan bahkan terlibat dalam proses berarsitektur itu sendiri.

Ayos Purwoaji- Kurator

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram

© 2019             by Kultur